|
Kelender Pendidikan Kelas internasional ini berlaku pada tahun pelajaran 2008-2009
Pada umumnya ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan membangun jaringan wireless. Alasannya, di antaranya; untuk meningkatkan pelayanan bagi para pelanggannya, meningkatkan konektivitas sehingga menjangkau setiap tempat, memfasilitasi perpindahan kantor, dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan besar di Amerika dalam perbandingan 1:3 telah mengimplementasikan sistem jaringan wireless ini. (IQ, edisi September//Oktober 2003).
Dan, penggunaan teknologi tersebut makin meningkat setiap harinya. Sebuah perusahaan konsultan di Amerika, META Group, memperkirakan 41.3 juta paket chip jaringan wireless pada tahun 2003 akan terjual, jumlah ini hampir berlipat ganda dari 22.5 juta paket yang telah tersebar pada tahun 2002. Chip-chip ini berfungsi sebagai akses point dan network interface card (peripheral yang terpasang pada komputer).
Jika mencermati kecenderungan pasar teknologi komunikasi informasi selama ini, serta memperhatikan siklus perkembangan teknologi, fenomena teknologi wireless ini akan booming sama halnya dengan teknologi-teknologi lain yang muncul secara fenomenal pula seperti internet, misalnya. Kompleksitas dunia usaha di era pasar bebas ini kiranya akan mempercepat penetrasi teknologi wireless terhadap berbagai industri terutama industri skala besar.
Teknologi wireless memberi keuntungan untuk aplikasi sistem yang dibangun berdasarkan teknologi ini. Di Amerika, misalnya, aplikasi-aplikasi sistem seperti sistem monitoring pasien dan fasilitas medis, alat kontrol otomatis, manufaktur monitoring system, aplikasi manajemen laboratorium, dan lain-lain dibangun dengan dukungan wireless.
Teknologi wireless juga berguna untuk aplikasi-aplikasi perkantoran termasuk di dalamnya akses Internet dan e-mail. Penerapan teknologi wireless local area network (LANs) sangat membantu bagi perusahaan atau industri yang memiliki berbagai kendala infrastruktur seperti bangunan yang sudah tua sehingga sulit untuk instalasi infrastruktur, lokasi usaha yang masih sementara, atau lingkungan karyawan yang mobilitasnya tinggi.
Dalam suatu instalasi di sebuah perusahaan tradisional, jaringan wireless biasanya dibangun hanya sebagai tambahan pada fixed LAN. Yang berfungsi, untuk menunjang aktivitas yang mobilitasnya tinggi, seperti untuk di ruang konferensi dan ruang akses jaringan bagi pengunjung.
Meskipun wireless lebih bagus jika digunakan oleh perusahaan raksasa karena jangkauan penggunaannya yang sangat luas, akan tetapi tidak lantas kurang memberikan keuntungan jika diterapkan di perusahaan skala lebih kecil atau menengah. Sebagai contoh, di Amerika, sebuah coffee shop menerapkan wireless ini untuk menarik perhatian dan minat pengunjungnya. Fasilitas itu dinamai hot spot wireless.
Bisa kita perkirakan, coffee shop tersebut hanya memiliki sebuah kantor kecil saja. Di kantor tersebut di-install wireless LAN pada jaringan komputer mereka sehingga setiap pengunjung bisa mengakses internet sambil menikmati secangkir kopi. Contoh lainnya, sebuah usaha retail setempat menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan proses operasi mereka.
Dari segi user, pada dasarnya jaringan wireless berbeda dari jaringan dengan teknologi lainnya. Mengutip majalah IQ, hal 67; Chris Kozup, direktur program infrastructure strategies di META Group mengatakan. “Tidak seperti teknologi lainnya seperti Voice over IP (VoIP), storage, atau content networking, wireless LANs merupakan teknologi yang menjadi tuntutan kebutuhan para praktisi non-IT di akar rumput.”
Organisasi tersebut pun memperkirakan pada tahun 2005 nanti 95 persen corporate laptop akan berlayar dengan menggunakan wireless networking. Wireless memang menyediakan fleksibilitas bagi apa, bagaimana dan di mana sebuah pekerjaan dilakukan?
(Oleh Siti Nur Aryani Penulis adalah praktisi TI, PT Fokus Usaha Solusi Jakarta)
Sumber : Suara Karya
http://72.14.203.104/search?q=cache:XDTfMHqN-0wJ:dnet.net.id/teknologi/tekinformasi/detail.php%3Fid%3D179+lepaskan+desktop,+beralih&hl=en&ct=clnk&cd=1 |